Nay--

          Sahabat, apa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata “sahabat”? Apakah kalian memiliki seorang sahabat? Apa sih sahabat itu? Siapa sih sebenernya mereka ini? Jawab sendiri ya.
Kalau menurutku sahabat itu adalah teman yang—yahh lebih lah, selalu ada dalam keadaan apapun, dan tidak akan membiarkan kita berada dalam keadaan buruk.

Yap, aku punya seorang yang biasanya orang menyebutnya dengan sahabat, walaupun aku sangat jarang menggunakan kata-kata itu dalam kehidupan sehari-hari. Aku mulai kenal dia waktu di MA(Madrasah Aliyah) itu semacam SMA. Waktu itu kita kebetulan sekelas, dan dia bukan termasuk orang yang aku langsung akrab untuk pertama kali ketemu. Aku belum kenalan bahkan. Seiring berjalannya waktu aku mulai mengenal satu per satu anak-anak di kelasku, termasuk temanku ini. Masih biasa saja, belum ada yang sepesial. Tapi entah kenapa sepintas terbesit pikiran dan keinginan buat dekat dengan dia, dan ketika aku menceritakan hal ini kepadanya, ternyata dia punya pikiran yang semacam demikian.
Naila sebelah kiriku (nomer 2 dari kiri)


Naila paling depan, sebelah kanan

          Sampai suatu hari kita dipertemukan dalam suatu keadaan, yaitu ketika sekolah mengadakan event. Oh iya, satu hal lagi, dia juga sama-sama suka main gitar, sama denganku. Nah karena teman-teman tau kalau di kelas yang bisa gitar aku dan dia, maka kita memutuskan untuk memberikan penampilan band dari kelas kami. Namun ternyata, ada perbedaan pendapat diantara masing-masing personel, ada yang maunya pake lagu slow, ada yang maunya lagu beat. Pada akhirnya band kita gagal, dan yang masih bertahan hanya vokalis dan gitaris. Akhirnya aku bertiga dengan dia dan satu temanku lagi harus tampil dengan kondisi seadanya, lalu kita menampilkan akustik dengan lagu pertama kami”Sebiru Hari Ini” dari Ed’Coustic. Seketika kami langsung hits, dan karena mungkin penampilan kami dirasa bagus, maka guru seni Musik kami memutuskan untuk memberi kita kesempatan untuk tampil sebagai penampil utama (tapi cuma berdua) dalam wisuda setelah grup nasyid, waktu itu adalah alumni kita “Azzam Voice”.
Naila yang paling kanan
(penampilan perdana)

          Sejak saat itu kami jadi akrab dan kemana-mana berdua, bisa dibilang kami pasangan duet akustik. Saling bertukar pengalaman hidup dan cerita apapun. Sedihnya waktu masuk kelas sebelah kami pisah kelas, dia IPA 1 aku IPA 2. Tapi tidak apa, kelasnya juga berdekatan. Banyak sekali kesempatan untuk kita tampil bersama, dan bahkan guru seni musik kami membuatkan kami grup band putri dengan adik-adik kelas dan diikutkan dalam audisi festival band, dan pada akhirnya masuk 10 besar ke final, just finalis. Dalam acara penerimaan siswa baru juga kita mengisi acara.
waktu di Pare (naila jilbab putih)

bersama kaka kelas 3 yang lagi belajar untuk UN

Pas udah kelas 2 naila tetep dolan ke kelasku
(Btw kita duduk di meja ini)

 (waktu nge mos adek-adek kelas)     

                                            
(waktu aku selesai ngisi nikahan)


                                             
(nonton lomba nasyid)

                                        
  (Habis akustikan di wisudaan kakak MAN3YK)

                                                  
(Grand Final Festival Band DIY)


(inget banget ini kita habis ngisi di penyambutan tamu dari MAN Jakarta)



          Yahh selayaknya teman akrablah, kita kemana-mana bareng, orang-orang di sekolah juga sudah paham kalau kita merupakan, istilahnya “konco plek”. Beberapa kali dia melakukan hal yang wow buat aku, pernah waktu ulangtahunku dia rela hujan-hujan dateng ke asramaku buat ngasih kue aja. Nah, tapi sedihnya lagi nih, kita kelas duabelas ada sedikit sesuatu yang membuat kita ada jarak, aku pernah ceritain itu di post sebelumnya, udah lama sih. Aku juga tidak tau pasti apa penyebabnya. Dan kemudian kita ujian nasional mencoba untuk kembali sperti sediakala. Tapi masih sulit. dan sampai tiba wisuda kami, akhirnya aku mencobanya kembali dan kita juga foto bersama.
(momen ini yang membuat aku dan naila kembali bisa berkomunikasi lebih intens seperti sediakala)
#MSC2013

(Ini juga, waktu wisuda, naila yg tengah)

(waktu Promnite, inget banget dia bilang "kok tinggian kamu sih hen?" gara-gara pake heels)

          Setelah lulus kita beda univ, dia di Solo, aku tetep di Jogja. Semakin berkuarang aja intensitas tatap muka, tapi kadanh masih suka dolan. Sukanya ke rumah Mba Ami dan Kak Aji. Dan kemaren hari Ahad tepat tanggal 6 Desember 2015 ini dia telah resmi dan dihalalkan oleh seorang pria. Kabar yang sangat mak deg buat aku ketika dia tiba-tiba langsung mengabari aku tentang hal ini. Haru bahagia dan apalah apalah bercampur. Terkadang jadi pengen nangis kalo dipikir-pikir. Yaampun, ini temenku, temen deketku, temen gitarku, temen duetku. 

(She Got Married)

          Rasa kagumku padanya sebagai seorang sahabat jadi semakin, dia memang sangat keren. Semua orang mengakuinya.
          Nay, semoga kamu selalu bahagia diamanapun, kapanpun, bersama siapapun.
You’ll always be my bestie. Tetep jadi Naila yang keren, yang bahagia, yang ceria.


Salam buat sahabatku, Naila Faiza Rahmasita
Dari sahabatmu, Fitria Heni Sa’adah

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Go On

Start Here and Go !!

Fallin' for You